banyak hal sekaligus: kualitas permainan, keamanan pemain, hingga kelayakan sebuah proyek untuk jangka panjang. Lapangan padel punya karakter unik—dikelilingi dinding aktif, ritme permainan cepat, dan ruang gerak yang intens—sehingga ukurannya tidak bisa disamakan dengan lapangan raket lain atau disesuaikan sembarangan dengan sisa lahan yang ada. Kesalahan kecil pada dimensi, tinggi dinding, atau ruang bebas atas bisa berdampak langsung pada kenyamanan bermain dan bahkan membatasi fungsi lapangan itu sendiri.
Karena itu, memahami ukuran lapangan padel tidak cukup berhenti di angka 20 × 10 meter saja, tetapi juga mencakup spesifikasi pendukung dan kebutuhan lahan secara keseluruhan. Inilah yang akan dibahas secara bertahap, mulai dari standar resmi, elemen struktural, hingga penerapannya untuk kebutuhan proyek. Sebelum masuk ke detail teknisnya, satu pertanyaan penting untuk Anda: ukuran lapangan padel seperti apa yang benar-benar sesuai dengan tujuan penggunaan dan kondisi lahan yang dimiliki?
Masuk ke aspek paling fundamental, ukuran standar lapangan padel ditetapkan untuk menjaga ritme permainan tetap konsisten sekaligus aman bagi pemain. Karena padel mengandalkan pantulan dinding dan pergerakan cepat dalam area terbatas, dimensi lapangan tidak bisa diubah sembarangan tanpa mengorbankan kualitas permainan.
Secara internasional, ukuran lapangan padel sudah ditetapkan dengan jelas sebagai berikut:
Bidang permainan ini berbentuk persegi panjang dan dibagi dua sama besar oleh net di tengah. Ukuran tersebut dirancang agar pemain punya ruang cukup untuk rally cepat, sudut pantulan optimal, serta pergerakan yang tetap aman. Jika ukuran diperkecil, permainan terasa sesak dan tidak natural. Sebaliknya, jika diperbesar, karakter padel justru berubah dan kehilangan dinamika aslinya.
Untuk net, ada standar tinggi yang juga tidak kalah penting:
Perbedaan tinggi ini membantu menjaga alur permainan tetap seimbang. Net yang terlalu tinggi akan mematikan rally, sementara net yang terlalu rendah membuat permainan terlalu agresif dan kurang terkontrol.
Hal penting yang sering luput diperhatikan dalam proyek pembangunan adalah bahwa ukuran 20 × 10 meter ini merupakan bidang main bersih. Artinya, angka tersebut belum mencakup struktur dinding, sistem rangka, maupun ruang teknis di sekeliling lapangan. Karena itu, ukuran standar lapangan padel sebaiknya dipahami sebagai dasar perancangan, sebelum masuk ke perhitungan spesifikasi dan kebutuhan lahan secara keseluruhan.
Pada lapangan padel, dinding dan ruang bebas atas bukan elemen tambahan, tetapi bagian inti dari sistem permainan. Banyak lapangan terlihat sudah memenuhi ukuran standar, namun saat dipakai justru terasa sempit atau tidak nyaman karena dua aspek ini tidak direncanakan dengan tepat sejak awal.
Dinding lapangan padel bersifat aktif, artinya bola boleh memantul dan tetap dimainkan. Karena itu, spesifikasinya tidak bisa disamakan dengan pagar lapangan olahraga biasa. Secara umum, karakteristik dinding lapangan padel meliputi:
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memilih material atau tinggi dinding hanya berdasarkan estetika atau keterbatasan lahan, tanpa mempertimbangkan dampaknya pada alur permainan.
Selain dinding, faktor lain yang sering diremehkan adalah ruang bebas di atas lapangan. Padahal, standar permainan padel mensyaratkan ketinggian bebas minimal 6 meter dari permukaan lapangan. Ruang ini dibutuhkan untuk:
Jika tinggi ini tidak terpenuhi, permainan akan terasa terbatas, strategi berkurang, dan lapangan sulit digunakan untuk level permainan yang lebih serius.
Dalam praktik pembangunan, spesifikasi dinding dan ruang bebas atas sebaiknya ditetapkan sejak tahap desain. Lapangan dengan ukuran bidang main yang benar, tetapi dinding dan tinggi ruang yang tidak ideal, tetap berisiko bermasalah saat digunakan. Di sinilah perencanaan teknis berperan besar dalam memastikan lapangan padel benar-benar layak pakai, bukan sekadar terlihat sesuai standar.
Saat membahas ukuran lapangan padel, banyak orang berhenti di angka 20 × 10 meter. Padahal dalam konteks pembangunan nyata, angka tersebut hanyalah bidang permainan inti, bukan total lahan yang dibutuhkan. Di sinilah sering terjadi miskalkulasi—lapangan “muat di gambar”, tapi bermasalah saat dipakai.
Dalam praktiknya, lapangan padel membutuhkan ruang tambahan di sekeliling bidang main untuk mendukung fungsi, keamanan, dan operasional. Beberapa kebutuhan lahan yang wajib diperhitungkan antara lain:
Jika lapangan dibangun terlalu mepet dengan tembok, pagar, atau bangunan lain, dampaknya bukan hanya soal kenyamanan bermain. Pantulan bola bisa menjadi tidak natural, pergerakan pemain terbatasi, dan proses perawatan jangka panjang menjadi sulit.
Selain itu, kebutuhan lahan total juga sangat dipengaruhi oleh tujuan penggunaan lapangan. Lapangan untuk kebutuhan komersial, misalnya, biasanya memerlukan ruang tambahan untuk sirkulasi pengunjung, akses darurat, atau integrasi dengan fasilitas lain. Sementara untuk komunitas atau privat, kebutuhan ruang bisa lebih fleksibel, tetapi tetap tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan.
Karena itu, memahami ukuran lapangan padel seharusnya tidak dipisahkan dari perhitungan luas lahan secara keseluruhan. Pendekatan ini membantu memastikan lapangan tidak hanya sesuai standar di atas kertas, tetapi juga benar-benar fungsional dan layak digunakan dalam jangka panjang.
Ukuran dan spesifikasi lapangan padel sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan standar teknis, tetapi juga disesuaikan dengan tujuan penggunaan lapangan itu sendiri. Pendekatan ini penting agar lapangan tidak hanya layak dimainkan, tetapi juga efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Untuk lapangan padel komersial, ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian lebih:
Lapangan komersial yang dibangun terlalu “pas ukuran” sering kali cepat mengalami penurunan kualitas karena aspek-aspek ini tidak diperhitungkan sejak awal.
Sementara itu, untuk lapangan komunitas atau privat, pendekatannya bisa lebih sederhana, tetapi tetap tidak boleh mengorbankan elemen utama permainan. Penyesuaian biasanya dilakukan pada fasilitas pendukung, bukan pada ukuran inti lapangan. Beberapa pertimbangannya antara lain:
Selain tujuan penggunaan, kondisi lokasi juga ikut memengaruhi spesifikasi. Lapangan indoor dan outdoor memiliki tantangan yang berbeda, terutama terkait tinggi ruang, pencahayaan, dan perlindungan struktur dari cuaca. Menentukan kebutuhan ini sejak awal akan membantu proyek berjalan lebih rapi tanpa revisi desain yang tidak perlu.
Dengan menyesuaikan ukuran dan spesifikasi berdasarkan tujuan lapangan, proyek pembangunan tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga menghasilkan lapangan padel yang benar-benar sesuai fungsi dan siap digunakan dalam jangka panjang.
Ukuran lapangan padel bukan sekadar soal memenuhi angka standar, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen—bidang main, dinding, ruang bebas atas, hingga kebutuhan lahan total—bekerja sebagai satu sistem yang utuh. Lapangan dengan ukuran yang tepat akan terasa nyaman dimainkan, aman untuk pemain, dan lebih efisien dalam perawatan jangka panjang. Sebaliknya, kesalahan kecil dalam perencanaan ukuran dan spesifikasi sering kali baru terasa setelah lapangan digunakan, saat perbaikannya justru jauh lebih mahal.
Karena itu, memahami ukuran lapangan padel sebaiknya dilakukan sejak tahap awal perencanaan proyek, bukan saat konstruksi sudah berjalan. Dengan pendekatan yang tepat, lapangan tidak hanya sesuai standar di atas kertas, tetapi juga benar-benar siap digunakan sesuai tujuan—baik untuk kebutuhan komersial, komunitas, maupun fasilitas private.
Jika Anda sedang merencanakan pembangunan lapangan padel dan ingin memastikan ukuran serta spesifikasinya benar-benar sesuai dengan kondisi lahan dan tujuan penggunaan, konsultasi teknis sejak awal akan sangat membantu. RagaSport Flooring siap membantu Anda meninjau kebutuhan proyek, mulai dari perencanaan ukuran hingga solusi instalasi yang tepat, agar lapangan padel yang dibangun optimal dan berkelanjutan.
2024 PT Ragasport Gunawan Mandiri. All Right Reserved.