Menjaga kondisi lapangan mini soccer agar tetap optimal merupakan hal yang patut diperhatikan. Selain untuk memaksimalkan fungsinya, merawat lapangan mini soccer secara berkala juga sebagai bentuk komitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pemain selama pertandingan berlangsung. Dengan begitu, permainan mini soccer menyenangkan sekaligus terhindar dari hal yang tak diinginkan.
Terdapat beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan saat merawat lapangan mini soccer agar lebih efektif serta hasilnya maksimal. Untuk mengetahui tipsnya lebih lanjut, pastikan Anda menyimak pembahasan berikut hingga akhir ya!
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa merawat lapangan mini soccer secara rutin adalah kunci untuk memastikan lapangan dapat digunakan dengan optimal ketika pertandingan berlangsung. Bila Anda menggunakan lapangan mini soccer dengan rumput alami, maka perawatan berkala yang dimaksud meliputi pemotongan rumput, penyiraman, dan pemeliharaan garis lapangan. Lebih lengkapnya, simak pemaparan berikut ini.
Perlu Anda ketahui bahwa pemotongan rumput secara teratur memengaruhi permukaan lapangan mini soccer. Inilah mengapa, jenis perawatan lapangan yang satu ini harus dilakukan dengan rutin agar tetap aman saat digunakan. Umumnya, frekuensi pemotongan rumput dapat dilakukan setiap minggu atau sesuai kebutuhan berdasarkan pertumbuhan rumput itu sendiri.
Di samping itu, pastikan pula untuk menggunakan alat pemotong rumput yang tajam dengan memperhatikan tinggi pemotongan. Tujuannya agar sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan bagi para pemain saat di lapangan.
Selain memperhatikan kondisi rumput, kelembaban tanah lapangan juga tak kalah penting. Hal tersebut karena tanah merupakan medium utama pertumbuhan rumput. Itulah sebabnya, Anda perlu melakukan penyiraman lapangan dengan rutin, terlebih saat musim kemarau tiba.
Setidaknya lakukan penyiraman di pagi atau sore hari agar air dapat meresap ke dalam tanah dengan baik tanpa mengganggu aktivitas bermain. Hindari menyiram lapangan secara berlebihan agar tak menyebabkan genangan air dan mempengaruhi kualitas permukaan lapangan.
Garis lapangan merupakan salah satu unsur yang perlu dirawat secara berkala. Ini karena garis lapangan berfungsi membantu pemain saat pertandingan berlangsung. Oleh karena itu, unsur yang satu ini harus tetap jelas dan terdefinisi dengan baik untuk menghindari kebingungan antar pemain.
Inilah mengapa, penting untuk memeriksa dan memperbarui garis lapangan secara berkala, terutama setelah pemotongan rumput atau aktivitas yang dapat mengaburkan garis. Anda juga bisa menggunakan cat lapangan yang tahan lama sekaligus tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem agar garis dapat tergambarkan dengan jelas.
Merawat lapangan mini soccer secara rutin bukan hanya tentang estetika, tetapi juga prioritas terhadap keamanan para pemain. Selain melakukan perawatan rutin pada pertumbuhan rumput dan garis lapangan, Anda juga perlu memperhatikan kondisi permukaan lapangan.
Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera pada pemain. Untuk itu, pastikan permukaan lapangan tetap rata, bebas dari lubang ataupun gundukan tanah hingga bebatuan kecil. Pasalnya, lubang pada lapangan mini soccer berpotensi menimbulkan genangan air di musim penghujan. Akibatnya, pertandingan menjadi terganggu.
Pun demikian halnya ketika terdapat gundukan tanah pada lapangan mini soccer yang berpeluang memunculkan cedera bagi para pemain.
Apabila terjadi kerusakan pada permukaan lapangan, segera lakukan perbaikan dengan penambalan lubang dengan tanah atau rumput baru atau melakukan perbaikan permukaan yang retak atau rusak.
Sistem drainase yang buruk juga membuat lapangan licin sekaligus merusak akar rumput yang menyebabkan tanah lapangan menjadi tidak stabil. Sebagai solusinya, Anda perlu membersihkan saluran pembuangan dan memastikan aliran air di lapangan mini soccer tetap lancar. Dengan begitu, kondisi lapangan tetap terjaga dan berfungsi dengan optimal.
Tak hanya kondisi lapangan, pemeliharaan infrastruktur yang ada di dalamnya seperti gawang, jaring, dan pagar juga sangat penting. Lakukan pengecekan rutin pada tiang gawang. Pastikan tiangnya tetap kokoh dan tidak ada tanda-tanda keretakan atau kelemahan struktur. Periksa juga baut dan mur yang digunakan untuk merakit gawang, pastikan semuanya terpasang dengan baik dan tidak kendur.
Anda juga perlu melakukan pemeliharaan jaring secara rutin. Cek kondisi jaring dan pastikan tidak ada sobekan besar atau lubang yang dapat membahayakan pemain atau mengganggu jalannya pertandingan. Jika ada bagian jaring yang rusak, segera lakukan perbaikan atau penggantian.
Pun demikian dengan pagar yang berfungsi mengatur akses dan melindungi lapangan dari gangguan luar. Pastikan pagar tetap kokoh dan tidak mudah roboh. Lakukan perbaikan pada bagian yang rusak sesegera mungkin untuk menjaga keamanan pemain.
Itulah sejumlah tips dalam merawat lapangan mini soccer agar fungsinya tetap optimal. Pastikan beberapa poin di atas dilakukan dengan benar agar hasil perawatan lapangan lebih maksimal. Semoga informasi di atas bermanfaat!
Memastikan lapangan mini soccer dalam kondisi baik, tak luput dari proses pembangunan yang mumpuni melalui jasa kontraktor profesional. Untuk itulah, sejumlah tips memilih kontraktor lapangan mini soccer terbilang penting untuk diterapkan agar hasilnya lebih maksimal.
Nah, bagi Anda yang berniat untuk membangun maupun memperbaiki kondisi lapangan mini soccer, pastikan untuk menyimak pembahasan berikut hingga selesai. Dengan begitu, Anda dapat menentukan jasa kontraktor lapangan yang tepat tanpa khawatir salah pilih.
Memilih jasa kontraktor yang tepat menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Sebab, hal itu dapat memudahkan Anda untuk memastikan keberhasilan proyek konstruksi maupun renovasi lapangan.
Pemilihan jasa konstruksi agar tak salah pilih umumnya menyertakan sejumlah aspek, mulai dari kompetensi dan pengalaman yang memengaruhi kualitas pekerjaan, kemampuan dalam mengatasi risiko berkaitan dengan cuaca atau hal lain yang memengaruhi proyek, dan sejumlah aspek penting lainnya.
Dengan memilih kontraktor yang tepat, Anda bisa meningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek, mengurangi terjadinya risiko yang tak diinginkan sekaligus memastikan lapangan mini soccer dibangun atau direnovasi sesuai dengan standar tertinggi.
Lebih jelasnya, berikut sejumlah tips yang bisa Anda jadikan rujukan saat menentukan jasa kontraktor lapangan mini soccer berkualitas.
Tahukah Anda? Menilai kompetensi dan pengalaman kontraktor menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan keberhasilan proyek pembangunan maupun renovasi lapangan mini soccer.
Langkah yang satu ini bisa dilakukan dengan meninjau kembali proyek serupa yang sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor yang Anda pilih. Pastikan Anda mengamati dengan cermat terkait kualitas pekerjaan pada proyek-proyek sebelumnya dengan menilai hasil akhir, apakah sudah memenuhi standar tinggi dan spesifikasi yang diperlukan.
Saat menilai kompetensi dan pengalaman kontraktor, perhatikan seberapa tepat mereka menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang ditentukan. Umumnya, kontraktor yang berkompeten dan berpengalaman lebih profesional dalam mengatur jadwal pengerjaan proyek dengan hasil yang maksimal.
Tak hanya itu, kontraktor yang berkompeten di bidangnya dapat mengalokasikan anggaran proyek dengan tepat sesuai spesifikasi lapangan yang Anda inginkan.
Kompetensi dan pengalaman kontraktor lebih terjamin dengan adanya lisensi dan sertifikasi. Oleh karena itu, Anda bisa memverifikasi lisensi kontraktor yang Anda pilih dengan menghubungi otoritas yang relevan. Beberapa kontraktor juga memiliki sertifikasi profesional yang menunjukkan tingkat keahlian dan komitmen mereka terhadap standar tertentu. Hal tersebut bisa memudahkan Anda dalam menilai kredibilitas mereka terhadap suatu proyek.
Di samping itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan latar belakang atau background checking untuk memastikan bahwa lisensi dan sertifikasi kontraktor masih berlaku dan tidak dicabut oleh otoritas terkait.
Agar lebih meyakinkan, Anda dapat meminta kontraktor untuk menunjukkan referensi dari klien-klien sebelumnya. Melalui langkah ini, Anda bisa meninjau kembali umpan balik dari klien terdahulu terkait pengalaman mereka dengan kontraktor yang akan Anda ajak kerjasama.
Sebagai alternatif tambahan, Anda bisa mengecek situs web resmi maupun berbagai platform media sosial kontraktor yang dituju. Biasanya, sebagian besar kontraktor secara aktif membagikan proses hingga hasil pengerjaan proyek mereka dengan klien sebelumnya. Bahkan tak jarang mereka membagikan testimoni dari klien di berbagai platform tersebut.
Selain meminta informasi secara langsung dari kontraktor maupun secara online, Anda juga dapat mencari tahu reputasi mereka melalui rekan bisnis yang telah bekerjasama sebelumnya. Melalui cara ini, Anda bisa lebih mudah dalam mendapatkan informasi seputar kontraktor yang dipilih atau bahkan mendapatkan rekomendasi kontraktor yang lebih baik.
Kerjasama dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara pemilik lapangan dengan kontraktor menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek pembangunan maupun renovasi.
Pasalnya, komunikasi yang baik memungkinkankan kedua pihak untuk menyampaikan tujuan, spesifikasi, hingga waktu pengerjaan proyek lapangan mini soccer dengan jelas. Dengan pemahaman yang tepat, risiko terjadinya kesalahpahaman selama pengerjaan proyek dapat dihindari.
Di samping itu, adanya komunikasi dan kerjasama yang baik memudahkan pemilik lapangan dan kontraktor dalam mengambil keputusan berkaitan dengan pemilihan desain, pemilihan material, hingga perubahan yang diperlukan selama proyek berlangsung.
Dengan demikian, pengerjaan proyek bisa segera disesuaikan tanpa memengaruhi jadwal maupun biaya yang sudah dianggarkan sebelumnya.
Terlepas dari sejumlah aspek yang bersifat teknis di atas, kerjasama dan komunikasi yang baik bisa membangun kepercayaan antara pemilik lapangan dengan kontraktor. Kepercayaan tersebut menjadi dasar untuk hubungan jangka panjang yang positif.
Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan saat memilih kontraktor lapangan mini soccer yang tepat. Dengan mengikuti seluruh panduan di atas, keberhasilan proyek pembangunan maupun renovasi mini soccer Anda bisa berjalan lancar. Tentunya dengan hasil yang tak mengecewakan.
Saat mengadakan pertandingan mini soccer, tentu tak bisa dilepaskan dengan pemilihan lapangan yang berkualitas. Lebih dari itu, memahami ukuran lapangan mini soccer juga tak kalah penting untuk menunjang kelancaran pertandingan.
Seperti jenis olahraga bola lainnya, terdapat standar yang berlaku secara nasional maupun internasional berkaitan dengan ukuran lapangan sepakbola mini. Standar tersebut dapat dijadikan acuan bagi siapa pun yang ingin membuat lapangan mini soccer untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Selain mengetahui ukuran lapangan mini soccer, kamu juga harus mengetahui berapa biaya pembuatan lapangan mini soccer.
Untuk mengetahui ukuran standar lapangan mini soccer beserta detailnya, simak pemaparan berikut ini.
Mini soccer dikenal sebagai jenis permainan bola yang dimodifikasi dari sepakbola regular. Pasalnya, tujuan permainan sepakbola mini tak jauh berbeda dengan sepakbola biasa, yakni mencetak gol ke gawang lawan untuk memenangkan pertandingan. Kendati demikian, terdapat sejumlah aspek yang membedakannya dengan sepakbola biasa. Salah satunya, ukuran lapangan mini soccer yang jauh lebih kecil.
Jika ditinjau berdasarkan standar nasional, lapangan mini soccer memiliki panjang 50 meter dan lebar 20 meter. Sedangkan ukuran lapangan mini soccer sesuai standar internasional memiliki panjang 50 meter dengan lebar sebesar 30 meter.
Di sisi lain, World Minifootball Federation (WMF) menetapkan standar ukuran lapangan sepakbola mini berkaitan dengan toleransi touchline atau garis pembatas dan goal line atau garis gawang.
Panjang touchline atau garis pembatas minimal 46 meter, sedangkan panjang maksimalnya 50 meter. Sementara itu, panjang goal line atau garis gawang minimal 26 meter, maksimal 30 meter.
Perlu Anda ketahui pula bahwa area gawang pada lapangan mini soccer juga memiliki standar tersendiri. Secara umum, tinggi gawang pada permainan mini soccer sebesar 2 meter dengan lebar 5 meter. Adapun arak tendangan penalti dengan garis gawang mini soccer biasanya sebesar 9 meter. Untuk area penalti dalam permainan sepakbola mini, umumnya berukuran 12 meter x 13 meter.
Ukuran lapangan sepakbola mini yang lebih kecil dibandingkan sepakbola biasa, ternyata berpengaruh pada aturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas sepakbola. Misalnya saja, jumlah pemain mini soccer setidaknya terdiri dari 5 hingga 7 orang dalam satu tim. Durasi permainan mini soccer juga jauh lebih singkat dibandingkan sepakbola reguler, yakni 2 x 20 menit.dengan jeda istirahat selama 10 menit.
Peraturan lainnya berkaitan dengan pertandingan mini soccer, yakni ketentuan dalam tendangan sudut, tendangan bebas, hingga aturan out of bonds. Menurut informasi yang dihimpun, tendangan sudut dalam permainan mini soccer diberikan kepada tim yang tak bertanggung jawab terhadap bola yang keluar dari batas lapangan.
Sedangkan aturan tendangan bebas dalam permainan sepakbola mini merupakan bentuk hukuman untuk jenis pelanggaran tertentu, seperti terjadinya tackling terlalu kasar hingga bola mengenai tangan atau handball.
Adapun aturan berkaitan dengan bola keluar dari batas lapangan (out of bonds), permainan sepakbola mini akan dihentikan. Kemudian, pertandingan akan dilanjutkan kembali degan tendangan dari titik lokasi sesuai peraturan yang berlaku.
Menerapkan ukuran lapangan mini soccer sesuai standar merupakan langkah penting yang wajib dipertimbangkan. Pasalnya, ukuran lapangan yang sesuai memungkinkan integritas permainan mini soccer tetap terjaga dan menjamin keamanan para pemain selama pertandingan berlangsung.
Disadari atau tidak, kesesuaian ukuran lapangan mini soccer juga memudahkan Anda dalam memastikan kelancaran permainan dari awal hingga akhir. Sebab, kondisi itu memungkinkan adanya ruang yang cukup bagi para pemain dalam mengoptimalkan strategi permainan.
Ukuran lapangan yang sesuai juga mengurangi risiko cedera akibat ruang gerak yang terlalu sempit atau bahkan terlalu lebar untuk standar permainan sepakbola mini. Terlepas dari itu semua, penggunaan ukuran lapangan mini soccer yang tepat bertujuan untuk memastikan kompetisi berlangsung dengan fair dan aman bagi seluruh pemain yang bertanding.
Kurang lengkap rasanya jika penggunaan lapangan mini soccer sesuai standar tanpa diiringi dengan perawatan yang tepat. Agar lapangan sepakbola mini tetap berfungsi dengan optimal, berikut sejumlah tips perawatan yang bisa Anda coba.
Itulah uraian singkat seputar ukuran lapangan mini soccer serta sejumlah tips untuk merawatnya agar tetap dalam kondisi baik. Pastikan Anda memperhatikan keseluruhan aspek di atas sehingga permainan mini soccer berlangsung dengan aman dan lancar. Semoga bermanfaat!
Aktivitas olahraga tak bisa terlepas dari risiko cedera, termasuk ketika Anda bermain mini soccer. Karena alasan itulah, pencegahan cidera pada mini soccer penting untuk Anda pahami. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari berbagai risiko yang tak diinginkan selama pertandingan berlangsung.
Lantas, apa saja upaya pencegahan terjadinya cedera saat pertandingan mini soccer? Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.
Seperti yang diketahui bahwa mini soccer atau sepakbola mini merupakan salah satu jenis olahraga yang rentan mendatangkan cedera pada pemain. Meski bukan termasuk jenis olahraga ekstrem, bukan berarti pemain mini soccer terbebas dari risiko cedera. Inilah mengapa, pencegahan cidera pada mini soccer sangat penting untuk dipahami.
Umumnya, gerakan mini soccer bertumpu pada kekuatan kaki. Pasalnya, kebanyakan gerakan pada olahraga ini membutuhkan kecepatan sekaligus akurasi saat mengontrol bola.
Sejumlah cedera yang biasa terjadi ketika bermain mini soccer di antaranya, cedera pada pergelangan kaki akibat perputaran kaki yang tajam, cedera lutut, hingga cedera otot dan tendon.
Berbagai potensi cedera tersebut bisa diatasi dengan persiapan yang matang, mulai dari mempraktikkan pemanasan efektif, menggunakan teknik bermain yang aman, hingga memilih perlengkapan yang tepat.
Melakukan pemanasan sebelum bermain mini soccer sangat penting karena berkaitan erat dengan kesehatan tubuh dan performa fisik. Secara umum, pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot sekaligus meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel otot.
Di samping itu, melakukan pemanasan dengan benar dapat meningkatkan rentang gerak pada sendi dan fleksibilitas otot. Jika otot dan sendi dapat digerakkan dengan fleksibel, risiko cedera pada otot dan ligamen bisa berkurang.
Mengutip laman Spring Hope, cedera pada ligamen, misalnya, dapat membuat lutut tidak stabil dan berpotensi membuat seseorang yang mengalaminya gampang jatuh. Tak hanya itu, ligamen maupun otot yang mengalami cedera pada tingkatan yang serius memerlukan penanganan khusus berupa operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) reconstruction.
Itulah sebabnya, pemanasan yang tepat penting dilakukan untuk menghindari risiko cedera, terutama pada bagian tubuh seperti otot dan ligamen.
Selain melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai, menerapkan teknik bermain yang aman juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Sebab, hal tersebut membantu Anda untuk menjaga keselamatan dan mencegah risiko cedera secara maksimal.
Anda bisa mempelajari teknik menendang yang benar untuk menghindari cedera otot dan sendi. Sebagai contoh, gunakan bagian dalam kaki saat menendang bola. Jangan menggunakan ujung kaki Anda saat menendang bola agar cedera pada bagian tersebut dapat dicegah.
Anda juga perlu menjaga kendali bola dan hindari menendangnya terlalu keras untuk mencegah risiko benturan fisik yang tidak diinginkan dengan pemain lainnya.
Tak hanya itu, pastikan postur tubuh Anda tetap seimbang. Hindari posisi terlalu membungkuk ataupun memutar tubuh terlalu ekstrem untuk mencegah terjadinya cedera pada pinggul dan anggota tubuh lainnya.
Perlu Anda pahami pula, hindari melakukan tackle terlalu agresif atau kasar. Dalam artian, Anda hanya perlu menerapkan teknik tackling yang aman serta hindari menyikut atau menendang lawan secara tidak fair.
Aspek lain yang juga tak kalah penting, yakni kenali batasan fisik Anda saat bermain mini soccer. Sebab, terlalu memaksa kapasitas tubuh untuk bermain dalam durasi yang panjang sangat berisiko memunculkan kelelahan maupun cedera.
Oleh karena itu, Anda perlu memaksimalkan durasi istirahat yang tersedia sehingga risiko kelelahan dan cedera bisa dihindari.
Pencegahan cedera saat bermain mini soccer akan lebih maksimal dengan pemilihan perlengkapan yang tepat. Anda bisa menggunakan pelindung lutut, pelindung siku, dan sepatu khusus futsal untuk menunjang permainan mini soccer dengan aman dan nyaman.
Perlu Anda ketahui bahwa mengenakan pelindung pada lutut dan siku bertujuan untuk melindungi sendi-sendi selama bermain mini soccer. Benturan atau jatuh bisa terjadi sewaktu-waktu. Karenanya, menggunakan pelindung lutut dan siku bisa dijadikan salah satu upaya mencegah terjadinya cedera.
Saat ini sudah banyak produk pelindung lutut maupun siku yang dirancang khusus dengan mempertimbangkan kenyamanan tanpa mengurangi keamanan saat digunakan. Selain pelindung pada siku dan lutut, sepatu khusus futsal juga dirancang dengan daya cengkram yang baik sehingga memungkinkan Anda mengontrol bola dengan maksimal.
Tak hanya meningkatkan performa di lapangan, menggunakan sepatu futsal yang tepat juga mengurangi risiko slip atau cedera akibat penggunaan sepatu yang tidak sesuai. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih sepatu futsal yang tepat sehingga keamanan dan kenyamanan Anda saat bermain mini soccer tak terganggu.
Itulah sejumlah tips untuk mencegah risiko cedera saat bermain mini soccer. Pastikan Anda menerapkan beberapa hal di atas agar pengalaman bertanding mini soccer tetap nyaman dan aman.
Membicarakan strategi permainan mini soccer, tentunya tak bisa dilepaskan dengan formasi setiap pemain yang terlibat saat bertanding. Hal itu secara tidak langsung mengharuskan Anda memahami jumlah pemain mini soccer agar pengaturan formasi bisa dilakukan dengan maksimal.
Permainan mini soccer melibatkan jumlah pemain yang lebih sedikit dibandingkan permainan sepakbola biasa. Perbedaan jumlah pemain di setiap tim tersebut ternyata juga memengaruhi dinamika permainan secara keseluruhan.
Lalu, berapa jumlah pemain di setiap tim mini soccer? Ketahui jawaban selengkapnya dalam pembahasan berikut ini.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa jumlah pemain mini soccer cukup berpengaruh terhadap dinamika permainan. Jumlah pemain yang jauh lebih sedikit daripada pemain sepakbola biasa memungkinkan permainan berlangsung lebih cepat dan intens.
Di samping itu, pertandingan mini soccer membuat setiap pemain memiliki ruang gerak lebih sempit. Hal tersebut memerlukan keterampilan dalam mengontrol bola sekaligus penerapan taktik permainan yang lebih optimal. Dengan demikian, pertandingan bisa berpeluang besar untuk dimenangkan.
Tak hanya itu, jumlah pemain mini soccer yang jauh lebih sedikit dibandingkan pertandingan sepakbola biasa memerlukan kerjasama tim yang tinggi. Kondisi itu membuat keterikatan antar-anggota tim makin kuat.
Jika dilihat sekilas, permainan mini soccer tak jauh berbeda dengan pertandingan sepakbola biasa. Akan tetapi, jenis permainan bola yang satu ini memiliki ukuran lapangan yang lebih kecil serta jumlah pemain yang lebih sedikit daripada permainan sepakbola reguler.
Biasanya, jumlah pemain mini soccer terdiri dari 5 hingga 7 pemain di setiap tim, termasuk penjaga gawang atau kiper. Jumlah pemain tersebut dapat disesuaikan dengan ukuran lapangan yang digunakan. Lebih detailnya, Anda bisa menyimak uraian di bawah ini.
Sebagai catatan, jumlah pemain mini soccer tak boleh kurang dari 5 pemain. Artinya, jika setiap tim hanya terdiri dari 4 pemain, pertandingan tak bisa dilangsungkan. Karenanya, pastikan setiap tim yang akan bertanding memiliki jumlah pemain setidaknya 5 orang.
Setelah mengetahui jumlah pemain dalam pertandingan mini soccer, Anda juga perlu memahami jenis formasi dan strategi yang efektif sehingga kemenangan tim dapat diwujudkan.
Tak jauh berbeda dengan formasi sepakbola biasa, terdapat beberapa posisi pemain mini soccer yang bisa Anda coba saat melakukan pertandingan secara resmi maupun hanya ditujukan untuk melatih keterampilan dan pertahanan tim dari serangan lawan, di antaranya:
Bisa dibilang, formasi 2-3-1 menjadi posisi paling banyak digunakan oleh tim mini pada pertandingan resmi maupun ketika berlatih. Formasi yang satu ini menitikberatkan pada posisi gelandang yang berperan menjaga area pertahanan sekaligus menyerang tim lawan. Tak heran jika formasi 2-3-1 cukup populer digunakan untuk pertandingan 7 lawan 7.
Anda hanya perlu memposisikan 2 pemain di depan penjaga gawang. Sementara itu, 3 pemain lainnya berada di bagian tengah area tim. Sedangkan satu pemain sisanya berada di posisi paling depan.
Apakah Anda ingin mendominasi permainan dan mengintimidasi tim lawan dengan serangan yang cukup intens? Jika demikian, formasi 1-1-3-1 patut untuk dicoba saat pertandingan berlangsung.
Formasi ini berfokus pada penyerangan dengan menguasai bagian tengah permainan. Akan tetapi, Anda perlu menjaga pertahanan lebih ekstra karena posisi ini berpeluang menimbulkan serangan balik dari pihak lawan.
Seperti namanya, formasi ini memungkinkan Anda dan tim memposisikan 4 pemain inti sejajar ke depan dengan penjaga gawang. Sedangkan 2 pemain lainnya berada di sisi kanan dan kiri lapangan.
Formasi ini memungkinkan tim Anda membagi lini tengah sehingga menciptakan keseimbangan dalam bertahan maupun menyerang tim lawan. Tak hanya itu, posisi 2-1-2-1 memungkinkan pemain dengan posisi sayap memanfaatkan lebar lapangan untuk menguasai pertandingan.
Saat menggunakan formasi yang satu ini, pastikan pemain gelandang bertahan bisa mengatur pola serangan pada tim lawan. Hal tersebut bertujuan agar mencegah bola terputus.
Itulah penjelasan singkat seputar jumlah pemain mini soccer serta tiga contoh formasi yang dapat Anda praktikkan ketika berlatih maupun bertanding dengan tim lawan. Dari penjelasan di atas, Anda bisa menerapkan strategi permainan yang efektif agar kemenangan tim dapat terwujud. Semoga bermanfaat!
Apakah Anda sedang mencari rekomendasi lapangan mini soccer Jakarta untuk melangsungkan pertandingan dalam waktu dekat? Jika benar demikian, pastikan Anda menyimak artikel berikut ini hingga akhir. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan referensi lapangan terbaik sehingga pertandingan mini soccer berlangsung lancar.
Seperti yang diketahui, popularitas mini soccer di Indonesia terbilang cukup tinggi. Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan keberadaan sejumlah lapangan sepakbola mini berkualitas dengan fasilitas yang cukup lengkap.
Tampilan lapangan mini soccer. Foto: Unsplash.com
Mini soccer atau sepakbola mini merupakan salah satu modifikasi olahraga bola yang cukup digemari oleh masyarakat di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Layaknya sepakbola biasa, mini soccer mempertandingkan dua tim yang masing-masing terdiri dari 5 hingga 7 pemain.
Adapun tujuan permainan mini soccer juga tak jauh berbeda dengan sepakbola, yakni mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Akan tetapi, terdapat sejumlah hal yang membedakan mini soccer dengan pertandingan sepakbola. Salah satunya ukuran lapangan yang jauh lebih kecil.
Perlu Anda ketahui bahwa ukuran lapangan mini soccer jika ditinjau berdasarkan standar nasional memiliki dimensi 50 meter x 20 meter. Sementara itu, ukuran lapangan mini soccer dengan standar internasional sebesar 50 meter x 30 meter.
Menurut World Minifootball Federation (WMF), terdapat toleransi pada lapangan mini soccer, bahwa garis pembatas atau touchline harus lebih panjang daripada garis gawang atau goal line. Lebih detailnya, berikut toleransi ukuran kedua garis pada lapangan mini soccer menurut WMF yang perlu Anda pahami.
Selain memperhatikan ukuran berdasarkan standar yang berlaku, kondisi lapangan mini soccer yang baik tak lepas dari sejumlah fasilitas penunjang. Sebut saja penggunaan gawang sesuai standar, papan skor, penghalang tepi lapangan, material lantai rumput sintetis berkualitas hingga aspek pencahayaan.
Di samping itu, memperhitungkan keberadaan sistem drainase hingga aksesibilitas menuju lapangan juga tak kalah penting. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan pemain maupun penonton terjamin.
Saat ini, menemukan lapangan mini soccer dengan fasilitas terbaik terbilang cukup mudah. Terlebih jika Anda berada di wilayah perkotaan seperti Jakarta, di mana memanfaatkan fasilitas olahraga menjadi kebutuhan untuk mengisi waktu luang. Termasuk menyewa lapangan mini soccer.
Nah, bagi Anda yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, berikut rekomendasi lapangan mini soccer yang bisa Anda jadikan referensi.
POP Mini Soccer merupakan salah satu lapangan mini soccer di Jakarta dengan fasilitas penunjang cukup lengkap. Selain menyediakan lapangan sesuai standar dan berkualitas tinggi, POP Mini Soccer juga memiliki area parkir cukup luas.
Tak hanya itu, POP Mini Soccer menyediakan mushola untuk menunjang aktivitas beribadah bagi umat muslim serta kantin sehingga Anda bebas lapar saat melangsungkan pertandingan di lapangan ini.
POP Mini Soccer memiliki dua lapangan yang bisa Anda gunakan dengan harga sewa mulai dari Rp500 ribu hingga Rp750 ribu per jam nya. Adapun lapangan mini soccer ini berada di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur.
Jika Anda berada di wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tentu sudah tak asing dengan Serenia Mansion Mini Soccer. Terdapat dua ukuran lapangan mini soccer yang bisa Anda sewa, yakni berukuran 60 meter x 40 meter untuk pertandingan 7 lawan 7 serta ukuran 40 meter x 20 meter untuk pertandingan 5 lawan 5.
Untuk menyewa lapangan mini soccer ini, Anda perlu menyiapkan tarif mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,8 juta, bergantung pada jadwal yang Anda pilih.
Selain Serenia Mansion Mini Soccer, lapangan sepakbola mini di Jakarta Selatan yang patut Anda coba, yakni Triboon Mini Soccer. Lapangan yang berlokasi di Jalan Benda Bawah nomor 77, Cilandak, Pasar Minggu ini menggunakan material lantai rumput sintetis berkualitas hingga sejumlah fasilitas pendukung, seperti kafe hingga area parkir cukup luas.
Adapun harga sewa lapangan di Triboon Mini Soccer mulai dari Rp150 ribu per jam. Sangat terjangkau, bukan?
De King's Arena merupakan salah satu lapangan mini soccer yang ada di Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Manunggal XVII nomor 70, Cipayung. Tak hanya lapangan mini soccer, De King's Arena juga menyewakan lapangan futsal.
Tarif sewa lapangan mini soccer di De King's Arena berkisar mulai dari Rp600 ribu hingga Rp1,2 juta per dua jam.
Satu lagi rekomendasi lapangan mini soccer di Cipayung, Jakarta Timur yang bisa Anda jadikan opsi tepat, yakni Infinity Mini Soccer. Selain menyediakan fasilitas lengkap dengan kualitas terbaik, Infinity Mini Soccer juga memiliki akses yang mudah dijangkau.
Untuk menyewa lapangan mini soccer di sini, Anda perlu menyiapkan budget mulai dari Rp400 ribu.
Itulah lima rekomendasi lapangan mini soccer di daerah Jakarta yang bisa Anda pilih untuk melangsungkan pertandingan bersama tim kesayangan. Dari rekomendasi di atas, mana yang paling cocok sesuai budget Anda?
Jika Anda pecinta olahraga bola, tentu sudah tak asing dengan mini soccer. Layaknya pertandingan sepakbola, permainan mini soccer juga tak luput dari risiko cidera yang mengintai setiap pemain. Itulah sebabnya, mengetahui cidera umum pada mini soccer terbilang penting. Dengan begitu, Anda bisa mencegah terjadinya cidera pada diri sendiri maupun tim secara keseluruhan.
Lalu, apa saja risiko cidera yang biasa terjadi dalam pertandingan mini soccer? Simak pemaparan selengkapnya berikut ini.
Sekilas, permainan mini soccer tak jauh berbeda dengan sepakbola biasa. Pertandingan bola yang satu ini juga melibatkan dua tim, namun dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Umumnya, setiap tim dalam mini soccer terdiri dari 5 hingga tujuh pemain. Jumlah pemain di setiap tim dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan antar tim yang akan bertanding.
Selain itu, gerakan dasar dalam mini soccer tak jauh berbeda dengan sepakbola reguler. Sebab, dalam permainan mini soccer, setiap pemain harus menguasai teknik menendang, menggiring, mengumpan, dan mengontrol bola di lapangan.
Akan tetapi, terdapat sejumlah teknik yang perlu diperdalam oleh pemain, seperti mengontrol dan mengumpan bola jarak pendek. Hal tersebut berkaitan dengan ukuran lapangan mini soccer yang lebih kecil daripada lapangan sepakbola biasa.
Bisa dibilang, pertandingan mini soccer termasuk aman dan tidak tergolong sebagai olahraga ekstrem. Kendati demikian, terdapat sejumlah cidera umum pada mini soccer yang perlu untuk dipahami agar risiko tersebut dapat dihindari.
Sebenarnya, risiko cidera saat bermain mini soccer tak jauh berbeda ketika Anda bermain sepakbola. Pasalnya, gerakan mini soccer cenderung bertumpu pada kekuatan kaki yang memerlukan kecepatan dan akurasi dalam mengontrol bola. Berikut sejumlah cidera saat bermain mini soccer yang perlu Anda waspadai.
Seperti yang disebutkan, kaki berperan besar dalam permainan mini soccer. Selama pertandingan berlangsung, bagian pergelangan kaki mengalami tekanan paling besar.
Sebab, saat pemain melakukan putaran tajam, memanipulasi gerakan bola, dan berlari, bagian pergelangan kaki rentan mengalami cidera. Hal tersebut karena terdapat tekanan berlebih pada tulang, otot, dan tendon di area pergelangan kaki.
Lutut termasuk bagian kaki yang rentan mengalami cidera saat bermain mini soccer. Risiko terburuknya, ligamen menjadi robek karena terjadi posisi sliding tackle saat pertandingan berlangsung.
Umumnya, jenis cidera panggul maupun pinggul disebabkan ketika pemain terjatuh atau berbenturan dengan pemain lainnya.
Meski mini soccer memberlakukan aturan yang lebih ketat terkait tackle maupun benturan, risiko cidera pada kepala bukan tak mungkin terjadi. Sebab, permainan ini sangat memungkinkan pemain terjatuh maupun terbentur dengan pemain lain.
Cidera otot biasanya disebabkan oleh gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba atau berlebihan. Selain otot, risiko cidera tendon juga sangat mungkin terjadi. Sebab, tendon berfungsi menghubungkan otot ke tulang sehingga membuatnya rentan mengalami cidera.
Meskipun mini soccer adalah permainan yang lebih berfokus pada kaki, cidera tangan dan lengan tetap mungkin terjadi, seperti patah tulang atau dislokasi.
Bisa dibilang, cidera saat bermain mini soccer tak bisa dihindari sepenuhnya. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi risiko dengan melakukan sejumlah hal berikut ini:
Pemanasan sebelum bermain mini soccer sangat penting untuk dilakukan. Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk meregangkan otot dan gerakan pemanasan ringan untuk mempersiapkan tubuh Anda melakukan aktivitas fisik yang lebih intens. Cara ini bisa mengurangi risiko terjadinya cidera otot dan tendon.
Menguasai teknik mini soccer yang benar dapat membantu mengurangi risiko cidera. Karenanya, pastikan Anda menguasai teknik gerakan dalam mengoper dan menggiring bola, hingga melakukan tackling yang aman.
Mini soccer memiliki ukuran lapangan yang lebih kecil dibandingkan sepakbola. Hal itu menyebabkan intensitas permainan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, Anda bisa mengontrol intensitas permainan dengan menghindari kontak maupun tackle berlebihan dengan pemain lain.
Kondisi lapangan mini soccer ternyata memengaruhi risiko terjadinya cidera. Karenanya, sebelum pertandingan berlangsung, periksa kembali kondisi lapangan. Hindari bermain mini soccer di lapangan yang berlumpur dan tidak rata untuk mengurangi risiko cidera.
Bila perlu, Anda bisa menggunakan sejumlah peralatan pelindung, seperti pelindung pergelangan kaki dan pelindung lutut. Dengan menggunakan peralatan pelindung, Anda bisa melindungi bagian tubuh yang rentan terkena cidera.
Itulah penjelasan singkat seputar cidera yang umum ditemui saat bermain mini soccer. Dengan memperhatikan sejumlah risiko cidera di atas, Anda bisa lebih waspada dan melakukan persiapan lebih matang saat bermain olahraga bola yang satu ini.

RagaSportFlooring.co.id - Mini soccer makin populer belakangan ini, terutama di kalangan anak muda dan komunitas kantor yang ingin tetap aktif tapi fun. Permainannya cepat, lapangan kecil, tapi strategi dan kerja sama tetap jadi kunci utama. Sayangnya, banyak yang asal main tanpa tahu posisi dan perannya.
Padahal, memahami posisi pemain mini soccer adalah langkah awal buat main lebih cerdas dan bikin tim makin solid. Yuk, kita bahas bareng biar permainanmu bukan cuma semangat, tapi juga taktis!

Sebelum ngomongin taktik dan formasi, penting banget buat tahu dulu siapa berperan apa di lapangan mini soccer. Karena di sinilah dasar dari semua strategi mini soccer dimulai. Dalam format 7 lawan 7, posisi umumnya terdiri dari satu kiper, dua bek, tiga gelandang, dan satu striker.
Kiper jadi penjaga utama sekaligus pengatur ritme pertahanan, dua bek bertugas menghalau serangan lawan, sementara tiga gelandang adalah motor penggerak permainan. Striker jadi tumpuan utama untuk mencetak gol. Menurut Formasi Mini Soccer yang Efektif, dua formasi yang paling banyak dipakai adalah 3-2-1 dan 2-3-1, tergantung gaya main tim.
Intinya, kalau kamu ingin menguasai permainan, pahami dulu posisi pemain mini soccer ini. Dari situ baru bisa belajar taktik yang lebih kompleks seperti pressing, build-up, dan transisi cepat.

Setelah tahu nama dan fungsi setiap posisi, sekarang saatnya ngerti pembagian tugasnya. Karena tanpa koordinasi, strategi sebagus apa pun bakal berantakan. Tiap pemain mini soccer punya tanggung jawab jelas agar tim tetap seimbang di setiap sisi lapangan.
Kiper bukan cuma disuruh nangkap bola, tapi juga wajib aktif kasih instruksi ke bek. Dua bek di kanan dan kiri harus jeli menutup ruang dan ikut bantu serangan. Gelandang bertahan berperan sebagai tameng, sementara gelandang tengah dan serang jadi otak utama dalam taktik mini soccer. Striker? Dia bukan cuma finisher, tapi juga pemain pertama yang menekan lawan saat kehilangan bola.
Menurut penelitian dari Tomini Sports Journal, pembagian peran seperti ini penting banget buat meningkatkan pemahaman taktis pemain muda. Dengan pembagian yang jelas, permainan jadi lebih efisien dan setiap pemain tahu kapan harus menyerang atau bertahan.

Setiap posisi punya skill spesifik yang wajib dikuasai kalau mau tampil maksimal. Tapi ingat, di mini soccer, fleksibilitas juga penting karena ruangnya sempit dan permainan cepat banget. Pemain harus bisa menyesuaikan peran dan tetap solid dalam setiap situasi.
Kiper perlu refleks cepat dan komunikasi kuat, bek harus tajam dalam membaca arah bola dan melakukan tackling bersih. Gelandang wajib punya kontrol bola bagus dan kemampuan passing akurat, sementara striker harus punya insting mencetak gol tinggi. Semua itu termasuk bagian penting dari strategi mini soccer yang efektif.
Penelitian Analisis Tingkat Pengetahuan Pemain Mini Soccer dalam Penanganan Pertama Cedera Olahraga juga menyoroti pentingnya pemahaman posisi dalam mencegah cedera. Pemain yang tahu perannya cenderung lebih efisien bergerak dan tidak sembarangan kontak fisik. Jadi, memahami skill posisi bukan cuma soal performa, tapi juga keselamatan di lapangan.

Kalau kamu perhatiin, tim mini soccer yang solid itu bukan selalu yang punya pemain paling jago, tapi yang paling kompak komunikasinya. Komunikasi adalah pondasi utama dalam taktik mini soccer, apalagi di lapangan kecil yang serba cepat.
Gunakan instruksi singkat dan jelas. Misalnya, “Cover!” buat minta bantuan, atau “Switch!” saat butuh ganti arah serangan. Kiper juga wajib jadi pengarah utama karena dia punya pandangan paling luas. Selain itu, kontak mata dan gestur juga bisa bantu mempercepat respon rekan satu tim tanpa perlu banyak bicara.
Menurut BSS Indonesia, komunikasi yang efektif bikin pengambilan keputusan lebih cepat dan mengurangi miskomunikasi antar posisi. Jadi jangan malu buat bersuara saat di lapangan mini soccer, komunikasi yang tepat bisa jadi pembeda antara kalah atau menang.

Salah satu hal keren dari mini soccer adalah fleksibilitasnya. Pemain bisa rotasi posisi untuk menyesuaikan taktik atau menjaga stamina. Tapi ingat, rotasi itu bukan asal tukar posisi. Harus terencana dan disepakati tim supaya strategi mini soccer tetap berjalan dengan baik.
Rotasi sebaiknya dilakukan saat bola mati, seperti ketika ada throw-in, tendangan sudut, atau setelah gol. Pastikan semua pemain tahu posisi baru mereka dan saling support. Kalau dilakukan dengan benar, rotasi bisa melatih adaptasi dan memperkaya pengalaman setiap pemain.
Hasil riset dari Tomini Sports Journal juga mendukung hal ini. Rotasi posisi terbukti bisa meningkatkan pemahaman ruang, memperkuat kerja sama, dan bikin tim lebih dinamis. Ini bagian penting dari taktik modern yang sering diterapkan di formasi mini soccer profesional.

Setelah paham posisi dan peran, sekarang waktunya bahas formasi mini soccer terbaik. Formasi adalah fondasi strategi — dari sinilah semua gerakan dan kombinasi dimulai.
Formasi 3-2-1 cocok buat tim yang fokus bertahan tapi tetap punya serangan balik cepat. Kalau kamu ingin lebih agresif, 2-3-1 bisa jadi pilihan karena mendukung banyak gelandang kreatif di tengah. Sementara formasi 2-2-2 memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Menurut Thousand Feet Blog, pemilihan formasi harus menyesuaikan karakter tim. Kalau timmu punya striker haus gol, main 2-3-1 bisa memaksimalkan potensi serangan. Tapi kalau tim lebih defensif, formasi 3-2-1 akan lebih efektif. Intinya, pahami kekuatan tim dan kembangkan taktik mini soccer sesuai kebutuhan.
💡 Penutup: Main Mini Soccer Bukan Cuma Keringat, Tapi Strategi dan Chemistry!

Main mini soccer itu bukan cuma soal lari ke sana kemari atau siapa yang paling jago nendang bola. Di balik tiap gol dan tekel, ada pemahaman posisi, komunikasi yang solid, dan strategi tim yang matang. Ketika kamu ngerti posisi pemain mini soccer dan tahu cara memainkan formasi mini soccer yang pas, permainan jadi jauh lebih seru — bahkan terasa kayak main dengan “otak tim” yang nyatu.
Ingat, main cerdas lebih penting daripada main keras. Pahami dulu peranmu, bantu rekan setimmu, dan jaga komunikasi tetap lancar. Karena di lapangan mini soccer, kemenangan nggak selalu ditentukan sama siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling paham cara main bareng.
Jadi, lain kali kamu turun ke lapangan, jangan cuma fokus ke bola oke, serta pahami ritme, posisi, dan strategi. Karena di mini soccer, tim yang solid bukan dibentuk dari skill individu, tapi dari chemistry dan taktik yang berjalan bareng. ⚽
Baca Juga : Peraturan Mini Soccer yang Wajib Diketahui

Coba langsung strategi yang kamu pelajari hari ini, dan rasakan bedanya main dengan formasi yang terencana.
Mau latihan di lapangan yang permukaannya rata, pantulan bola sempurna, dan aman buat setiap slide tackle?
Kalau kamu lagi cari tempat bikin atau renovasi lapangan mini soccer berkualitas, tinggal hubungi tim profesional dari RagaSportFlooring.co.id. Nomor Kami 👉 +62 813-3566-6607
#Mini Soccer, #Posisi Pemain, #StrategiBola,
Mini soccer atau sepakbola mini merupakan permainan yang terbilang cukup populer di Indonesia. Meski sekilas hampir sama dengan sepakbola biasa, nyatanya terdapat sejumlah perbedaan dalam peraturan mini soccer.
Lantas, apa saja peraturan dalam permainan mini soccer dan perbedaannya dengan sepakbola biasa? Simak pemaparan selengkapnya berikut ini.
Secara sederhana, mini soccer merupakan permainan sepakbola yang dimodifikasi. Sebab, tujuan utama dalam permainan mini soccer tak jauh berbeda dengan sepakbola reguler, yaitu memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan.
Di samping itu, mini soccer memiliki gerakan dasar yang sama dengan sepakbola biasa, seperti menendang, menggiring, mengumpan, hingga mengontrol bola. Hanya saja, permainan yang satu ini menuntut setiap pemain menguasai teknik mengontrol dan mengumpan bola pendek. Hal itu mengingat bahwa ukuran lapangan mini soccer lebih kecil dibandingkan ukuran lapangan bola biasa.
Selain ukuran lapangan yang lebih kecil, perbedaan mini soccer dengan permainan sepakbola biasa terletak pada jumlah pemain serta durasi pertandingan setiap babaknya.
Ukuran standar lapangan mini soccer dapat dibedakan sesuai standar nasional dan internasional. Jika ditinjau berdasarkan standar nasional, ukuran lapangan mini soccer memiliki dimensi panjang sebesar 50 meter dan lebar 20 meter. Ukuran tersebut setara dengan 1.000 meter persegi.
Sementara itu, ukuran lapangan mini soccer jika mengacu pada standar internasional memiliki dimensi lebar sebesar 30 meter dan panjang 50 meter. Ukuran tersebut sama dengan 1.500 meter persegi.
Di satu sisi, ukuran standar lapangan mini soccer menurut World Minifootball Federation (WMF) memiliki toleransi berkaitan dengan garis pembatas (touchline) dan garis gawang (goal line). Sederhananya, toleransi tersebut berprinsip bahwa garis pembatas harus lebih panjang daripada garis gawang.
Jika dirinci, kedua garis tersebut masing-masing ditoleransi dengan ukuran berikut ini:
Ukuran gawang mini soccer juga berbeda dengan ukuran gawang pada permainan sepakbola biasa. Gawang pada olahraga mini soccer memiliki tinggi 2 meter dan lebar sebesar 5 meter.
Adapun jarak tendangan penalti dengan garis gawang sejauh 9 meter. Di samping itu, daerah pinalti dalam permainan mini soccer berukuran 12 meter x 13 meter.
Apabila dibandingkan dengan lapangan sepakbola biasa, ukuran di atas masih setengahnya. Pasalnya, ukuran lapangan sepakbola berdasarkan standar FIFA memiliki panjang 105 meter serta lebar 68 meter.
Hal lain yang membedakan olahraga mini soccer dengan sepakbola biasa, yakni jumlah pemain. Umumnya, satu tim mini soccer terdiri dari 7 pemain inti termasuk penjaga gawang, serta 3 pemain cadangan.
Akan tetapi, dalam pertandingan mini soccer juga memungkinkan setiap tim menyertakan 5, 6, atau pun 7 pemain. Dalam artian, pertandingan mini soccer tak bisa dilakukan jika setiap tim hanya terdiri dari 4 pemain. Jumlah pemain dalam setiap regu tersebut bisa disesuaikan berdasarkan kesepakatan antar tim.
Untuk pergantian pemain dalam olahraga mini soccer umumnya tidak diberlakukan batasan. Artinya, setiap tim yang bertanding bisa mengganti pemain dengan bebas.
Jika dibandingkan dengan pertandingan sepakbola biasa, durasi mini soccer terbilang lebih singkat. Sebab, pertandingan mini soccer berlangsung antara 20 hingga 30 menit per babaknya.
Di antara dua babak dalam pertandingan mini soccer, terdapat jeda istirahat selama 10 menit. Perlu dipahami pula bahwa durasi permainan mini soccer dapat dipersingkat dengan kesepakatan antar tim.
Selain beberapa hal di atas, terdapat beberapa peraturan lainnya yang berlaku saat pertandingan mini soccer berlangsung, antara lain:
Itulah sejumlah peraturan mini soccer yang wajib untuk dipahami. Tertarik untuk memainkan pertandingan bola yang satu ini bersama teman dan kerabat? Atau, Anda justru ingin membuat lapangan mini soccer dengan kualitas terbaik? Serahkan saja pada Raga Sport Flooring.
Kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dan akan terus berkomitmen untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi Anda. Untuk informasi lebih detail terkait pembuatan lapangan mini soccer di Raga Sport Flooring, Anda bisa menghubungi nomor 0822-2815-2022. Tunggu apalagi? Mari wujudkan lapangan mini soccer berkualitas bersama Raga Sport Flooring!
Harga rumput sintetis mini soccer sangat beragam tergantung dari kebutuhan dan jenis bahan bakunya serta dilihat dari kualitasnya. Anda bisa konsultasikan mengenai harga rumput sintetis mini soccer dengan Raga Sport Flooring melalui WhatsApp Ini.
Namun, simak dulu penjelasan lengkap mengenai rumput sintetis mini soccer untuk mengetahui info seputar rumput sintetis.
Ya, selain rumput asli, rumput sintetis kini banyak digunakan sebagai material lantai dan/atau material dekorasi. Contohnya adalah lapangan mini soccer yang sudah banyak menggunakan rumput sintetis sebagai pengganti rumput alami.
Rumput sintetis sendiri merupakan rumput buatan yang terbuat dari serat sintetis. Rumput yang satu ini mempunyai banyak kelebihan, di antaranya adalah tahan lama, estetis tampak seperti asli, dan menekan biaya pengeluaran untuk perawatan.
Karena beragam kelebihannya tersebutlah rumput sintetis banyak digunakan untuk material lantai lapangan olahraga seperti mini soccer. Kendati demikian, ada beragam rumput sintetis, mulai dari bahan pembuatannya hingga jenisnya.
Rumput sintetis memiliki bentuk, tekstur, dan warna yang berbeda berdasarkan bahan material pembuatnya. Tentunya, hal tersebut sangat memudahkan Anda dalam mendapatkan rumput sintetis yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini 3 bahan yang digunakan untuk pembuatan rumput sintetis.
Rumput sintetis dari bahan nylon ini biasanya mempunyai karakteristik ketahanan yang kuat. Rumput sintetis bahan nylon ini dapat menahan beban berat dan suhu tinggi sehingga tahan lama.
Namun, kekurangannya adalah harga rumput sintetis mini soccer berbahan nylon ini paling mahal dibandingkan 2 jenis lainnya. Bukan hanya itu, rumput tidak terasa alami karena tekstur serat yang kaku.
Rumput sintetis berbahan polyethylene ini memiliki struktur yang tidak jauh berbeda dari rumput asli. Warnanya cerah dengan tekstur yang tidak terlalu kaku. Sehingga, hasil akhir lapangan akan terlihat lebih asri.
Rumput sintetis ini paling banyak dipakai untuk material lantai lapangan. Harga rumput sintetis mini soccer berbahan polyethylene ini pun termasuk terjangkau.
Rumput sintetis berbahan polypropylene mempunyai tekstur yang lentur dan ringan. Harga rumput sintetis ini pun menjadi yang paling murah dibandingkan dengan rumput berbahan nylon dan polyethylene. Sehingga, cocok untuk Anda yang ingin menghadirkan nuansa asri di rumah.
Bagaimana penggunaannya untuk lapangan? Rumput sintetis polypropylene tidak cocok untuk material lantai lapangan karena lebih mudah rusak dan tidak tahan panas apabila terpapar langsung oleh matahari.
Setidaknya ada 2 jenis rumput sintetis yang biasa digunakan sebagai material lantai lapangan mini soccer. Harga rumput sintetis mini soccer ini pun masing-masing tidak terlalu mahal. Apa saja jenisnya? Ini dia.
Rumput sintetis diamond swiss ini menjadi rumput sintetis yang sering digunakan untuk lapangan mini soccer. Jenis diamond swiss memiliki tekstur yang lembut dan tahan terhadap tekanan. Tinggi rumput sintetis diamond swiss biasanya adalah 30mm, namun di pasaran, rumput ini dapat dijumpai berbagai ukuran.
Rumput sintetis jepang memiliki banyak pilihan warna, sehingga tidak hanya cocok untuk lapangan saja, tetapi juga bisa digunakan untuk taman rumah, perkantoran, tempat umum, dan dekorasi. Rumput ini paling mirip dengan rumput asli. Tinggi rumput sintetis jepang berkisar antara 20-40mm.
Dalam pemasangan rumput sintetis mini soccer, biasanya ditambah elemen atau material pendukung lainnya agar rumput dapat maksimal penggunaannya. Apa saja elemen pendukungnya?
1. Pasir halus: pasir yang telah diayak hingga terasa halus. Ini nantinya akan ditaburi atau disusruk di atas rumput untuk rumput menjadi berdiri tegak.
2. Rubber: rubber atau biji karet yang memiliki potongan kecil-kecil ditabur di rumput sintetis untuk membuat rumput menjadi lentur. Jika rumput sintetis kurang diberi rubber, ini bisa membuat rumput cepat keriting dan cepat pecah sehingga berdampak pada ketahanan rumput.
3. Karpet talang: karpet talang sangat penting untuk menyatukan atau menyambungkan satu roll rumput dengan roll rumput lainnya.
4. Lem: lem digunakan untuk merekatkan rumput sintetis.
Biasanya, rumput sintetis memiliki pori-pori di bagian bawahnya. Hal ini difungsikan sebagai drainase air.
Tentu, harga menjadi pertimbangan sebelum membeli rumput sintetis. Harga rumput sintetis mini soccer yang dijual oleh Raga Sport Flooring, distributor yang menjual rumput sintetis, cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp350 ribu per meter hingga Rp500 ribu per meter.
Selain dijual per meter, Raga Sport Flooring juga menawarkan paket lengkap untuk membuat lapangan dengan rumput sintetis. Berikut paket dan kisaran harganya.
Paket 1
Ukuran lapangan 24x14 meter dan sudah lengkap dengan rumput sintetis, pasir, rubber, line, jaring keliling, gawang, papan skor digital, 3 bola, dan ongkos pasang yang dihargai dengan Rp89 juta.
Paket 2
Ukuran lapangan 25x15 meter yang sudah lengkap dengan rumput sintetis, pasir, rubber, line, jaring keliling, gawang, papan skor digital, 3 bola, dan ongkos pasang yang dihargai dengan Rp99 juta.
Paket 3
Ukuran lapangan 26x16 meter yang sudah lengkap dengan rumput sintetis, pasir, rubber, line, jaring keliling, gawang, papan skor digital, 3 bola, dan ongkos pasang yang dihargai dengan Rp110 juta.
Paket 4
Ukuran lapangan 27x17 meter yang sudah lengkap dengan rumput sintetis, pasir, rubber, line, jaring keliling, gawang, papan skor digital, 3 bola, dan ongkos pasang yang dihargai dengan Rp121 juta.
Walau begitu, harga rumput sintetis mini soccer tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Raga Sport Flooring bisa membantu Anda dalam memilih rumput sintetis mini soccer.
Selain itu, Raga Sport Flooring menyediakan rumput sintetis kualitas terbaik berstandar FIFA dan menggunakan bahan ramah lingkungan.
Raga Sport Flooring juga memiliki tim profesional dalam menangani pemasangan rumput sintetis mini soccer, gratis konsultasi dan survey lokasi, serta garansi apabila terjadi kerusakan atau kesalahan pemasangan.
Segera hubungi WhatsApp Raga Sport Flooring untuk mendapatkan rumput sintetis berkualitas dengan harga terjangkau dan promo menarik lainnya.
2024 PT Ragasport Gunawan Mandiri. All Right Reserved.