Ukuran Lapangan Badminton: Dari Standar hingga Siap Dibangun

Ukuran lapangan badminton menjadi acuan utama dalam merancang lapangan yang nyaman dimainkan, aman untuk pergerakan cepat, dan sesuai dengan standar pertandingan. Pada praktiknya, banyak lapangan terlihat mirip secara visual, tetapi memiliki perbedaan pada lebar area permainan, posisi garis servis, hingga jarak aman di sekeliling lapangan detail kecil yang justru sangat berpengaruh terhadap kualitas permainan dan umur pakai lapangan itu sendiri.

Karena itu, memahami ukuran lapangan badminton secara tepat penting sejak tahap perencanaan, terutama untuk proyek di sekolah, gedung olahraga, maupun lapangan komersial yang digunakan intensif.

Pembahasan berikut akan menguraikan ukuran standar lapangan badminton, perbedaan konfigurasi tunggal dan ganda, hingga aspek teknis yang perlu diperhatikan saat proses pembangunan dan pemasangan lantai. Pertanyaannya, ukuran seperti apa yang paling tepat untuk tujuan penggunaan lapangan yang sedang kamu rencanakan?

Apa Itu Ukuran Lapangan Badminton dan Mengapa Harus Mengikuti Standar

Ukuran lapangan badminton adalah ketentuan dimensi resmi yang mengatur panjang, lebar, tinggi net, serta posisi garis permainan dalam satu bidang lapangan. Standar ini ditetapkan oleh Badminton World Federation dan diadopsi di Indonesia oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia agar setiap lapangan memiliki proporsi yang konsisten, baik untuk latihan maupun pertandingan.

Mengikuti standar ukuran penting karena lapangan badminton bukan hanya tempat bermain, tetapi ruang dengan intensitas gerak tinggi, perubahan arah cepat, dan rally panjang. Perbedaan ukuran yang terlihat kecil di atas kertas bisa berdampak besar saat digunakan di lapangan.

Kenapa Ukuran Lapangan Harus Mengikuti Standar?

Beberapa alasan utama kenapa standar ukuran tidak bisa diabaikan:

  • Kualitas permainan lebih stabil
    Pemain bisa mengembangkan teknik, footwork, dan strategi sesuai karakter permainan badminton yang sebenarnya.
  • Risiko cedera lebih rendah
    Ukuran yang tepat memberi ruang gerak cukup untuk lompatan, smash, dan recovery tanpa membahayakan pemain.
  • Marking garis lebih akurat dan minim sengketa
    Posisi garis servis, samping, dan belakang yang presisi mengurangi kesalahan penilaian saat bermain.
  • Lapangan layak untuk jangka panjang
    Lapangan yang sesuai standar lebih fleksibel digunakan untuk latihan, turnamen lokal, hingga sewa komersial.

Dampak Jika Ukuran Lapangan Tidak Sesuai

Pada banyak proyek lapangan, kesalahan ukuran biasanya baru terasa setelah lapangan digunakan. Beberapa dampak yang sering muncul:

  • Area permainan terasa sempit atau tidak seimbang
  • Servis sering dianggap fault karena posisi garis keliru
  • Pemain cepat lelah karena ruang gerak tidak ideal
  • Perlu perbaikan ulang pada marking atau bahkan lantai

Karena itu, memahami ukuran lapangan badminton sejak awal bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga langkah penting agar perencanaan lantai, pencahayaan, dan area pendukung bisa berjalan efisien dan tepat guna.

Standar Ukuran Lapangan Badminton Resmi (Panjang, Lebar, dan Tinggi Net)

Setelah memahami pentingnya mengikuti standar, langkah berikutnya adalah mengetahui ukuran lapangan badminton resmi yang digunakan secara luas untuk latihan maupun pertandingan. Standar ini ditetapkan oleh Badminton World Federation dan di Indonesia diadopsi oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia sebagai acuan pembangunan lapangan yang layak dan konsisten.

Dimensi Utama Lapangan Badminton

Secara bentuk, lapangan badminton adalah persegi panjang dengan ukuran tetap pada sisi panjang, sementara sisi lebar menyesuaikan jenis permainan.

Ukuran standar yang wajib dijadikan acuan:

  • Panjang lapangan: 13,40 meter
  • Lebar lapangan ganda: 6,10 meter
  • Lebar lapangan tunggal: 5,18 meter
  • Lebar garis lapangan: 40 mm (harus kontras dengan warna lantai)

Ukuran ini berlaku untuk lapangan indoor maupun outdoor, dan menjadi dasar sebelum menentukan area aman, sistem pencahayaan, atau pemilihan lantai olahraga.

Tinggi Net Sesuai Standar

Selain dimensi lantai, tinggi net juga memegang peranan penting dalam menjaga karakter permainan badminton.

Standar tinggi net resmi:

  • 1,55 meter di bagian tiang samping
  • 1,524 meter di bagian tengah net

Perbedaan tinggi ini disengaja agar net tetap tegang dan stabil di sepanjang bentangan, sekaligus memastikan shuttlecock melintas secara konsisten saat rally berlangsung.

Ringkasan Ukuran Standar Lapangan Badminton

Elemen LapanganUkuran Resmi
Panjang lapangan13,40 m
Lebar lapangan tunggal5,18 m
Lebar lapangan ganda6,10 m
Tinggi net (samping)1,55 m
Tinggi net (tengah)1,524 m
Lebar garis lapangan40 mm

Kenapa Data Ini Penting untuk Proyek Lapangan?

Bagi pemilik lapangan, sekolah, atau pengelola GOR, angka-angka ini menjadi titik awal semua keputusan teknis, seperti:

  • penempatan dan akurasi line marking,
  • pemilihan material lantai yang sesuai bentang lapangan,
  • hingga penentuan layout ruang agar lapangan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Setelah ukuran dasar ini jelas, barulah masuk akal membahas perbedaan konfigurasi lapangan tunggal dan ganda, termasuk garis mana yang aktif digunakan saat permainan berlangsung.

Perbedaan Ukuran Lapangan Badminton Tunggal dan Ganda

Setelah memahami ukuran dasar lapangan badminton, hal penting berikutnya adalah membedakan konfigurasi lapangan untuk permainan tunggal dan ganda. Secara panjang, keduanya sama, tetapi perbedaan lebar dan penggunaan garis membuat karakter permainan, pola pergerakan pemain, hingga kebutuhan ruang menjadi berbeda. Inilah alasan kenapa satu lapangan yang terlihat “sama” bisa terasa sangat berbeda saat dipakai tunggal atau ganda.

Perbedaan Dimensi Utama Tunggal vs Ganda

Perbedaan utama terletak pada lebar area permainan dan garis samping yang digunakan.

Jenis PermainanPanjang LapanganLebar LapanganGaris Samping Aktif
Tunggal13,40 m5,18 mGaris samping bagian dalam
Ganda13,40 m6,10 mGaris samping paling luar

Pada permainan tunggal, area lapangan dibuat lebih sempit untuk menuntut akurasi pukulan, efisiensi langkah, dan stamina individu. Sementara pada ganda, lapangan yang lebih lebar membuka ruang serangan menyilang dan permainan cepat berbasis kerja sama tim.

Pengaruh Perbedaan Ukuran terhadap Permainan

Perbedaan ukuran ini bukan sekadar teknis, tetapi berdampak langsung pada gaya bermain:

  • Tunggal: fokus pada kontrol, placement, dan penguasaan area tengah
  • Ganda: menuntut kecepatan, refleks, serta variasi serangan dari sisi lapangan

Karena itu, penempatan garis yang presisi sangat penting agar pemain tidak salah membaca batas lapangan, terutama saat latihan intensif atau pertandingan kompetitif.

Implikasi untuk Perencanaan dan Pembangunan Lapangan

Dalam praktik pembangunan, mayoritas lapangan badminton dibuat multifungsi agar bisa digunakan untuk tunggal maupun ganda. Artinya, semua garis—baik untuk tunggal maupun ganda—harus ditandai dengan akurat dan rapi dalam satu bidang lapangan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Semua garis tunggal dan ganda harus terlihat jelas dan tidak saling membingungkan
  • Warna garis harus kontras dengan lantai agar mudah dibaca saat rally cepat
  • Jarak area aman di samping lapangan perlu mengakomodasi lebar maksimal lapangan ganda

Dengan memahami perbedaan ukuran lapangan badminton tunggal dan ganda sejak awal, perencanaan marking, pemilihan lantai, dan tata ruang bisa dilakukan lebih tepat. Selanjutnya, detail garis dan area servis akan menjadi faktor penentu agar lapangan benar-benar siap digunakan tanpa koreksi ulang.

Detail Garis & Area Servis yang Wajib Tepat Saat Marking Lapangan

Setelah memahami perbedaan konfigurasi lapangan tunggal dan ganda, tahap berikutnya yang sering menjadi sumber kesalahan adalah penentuan garis dan area servis. Pada lapangan badminton, akurasi marking bukan sekadar urusan visual rapi, tetapi menyangkut keabsahan servis, kelancaran permainan, dan kenyamanan pengguna. Kesalahan beberapa sentimeter saja bisa membuat servis dinyatakan fault atau memicu kebingungan saat pertandingan berlangsung.

Garis-Garis Penting dalam Lapangan Badminton

Lapangan badminton memiliki beberapa garis utama yang masing-masing memiliki fungsi spesifik. Seluruh garis ini harus ditandai dengan presisi dan konsisten.

  • Garis samping
    Digunakan sebagai batas lebar lapangan. Permainan tunggal memakai garis bagian dalam, sedangkan ganda menggunakan garis terluar.
  • Garis belakang
    Menjadi batas akhir area permainan dan juga berfungsi sebagai batas servis pada permainan tunggal.
  • Garis tengah
    Membagi lapangan menjadi sisi kanan dan kiri sebagai area servis.
  • Garis servis depan
    Menentukan batas depan area servis, berjarak 1,98 meter dari net.
  • Garis servis belakang (khusus ganda)
    Membatasi area servis bagian belakang agar servis tidak terlalu jauh saat permainan ganda.

Semua garis harus memiliki lebar 40 mm dan warna yang kontras dengan lantai agar mudah terlihat dalam permainan cepat.

Area Servis: Titik Kritis Saat Bermain

Area servis adalah bagian lapangan yang paling sering memicu kesalahan jika marking tidak tepat. Dalam permainan badminton, posisi shuttlecock saat servis harus mendarat tepat di area ini agar dinyatakan sah.

Perbedaan utama area servis:

  • Permainan tunggal: area servis memanjang hingga garis belakang lapangan
  • Permainan ganda: area servis lebih pendek karena dibatasi oleh garis servis belakang khusus

Karena perbedaan inilah, satu lapangan badminton biasanya memiliki beberapa garis servis dalam satu bidang, dan semuanya harus ditempatkan secara presisi agar tidak membingungkan pemain.

Dampak Kesalahan Marking terhadap Penggunaan Lapangan

Pada praktik lapangan, kesalahan marking sering baru terasa setelah lapangan digunakan intensif. Beberapa dampak yang umum terjadi antara lain:

  • Servis sering dianggap fault meski teknik pemain sudah benar
  • Pemain ragu membaca batas lapangan saat rally cepat
  • Lapangan tidak layak dipakai untuk turnamen atau kegiatan resmi
  • Perlu perbaikan ulang yang menambah biaya dan waktu

Itulah sebabnya proses marking sebaiknya dilakukan setelah ukuran lapangan benar-benar fix dan menggunakan metode pemasangan yang tahan lama, bukan sekadar cat sementara. Dengan marking yang tepat, lapangan akan lebih awet, mudah digunakan untuk berbagai format permainan, dan minim koreksi di kemudian hari.

Setelah garis dan area servis ditetapkan dengan benar, langkah selanjutnya adalah memastikan kebutuhan teknis pendukung—seperti area aman, tinggi ruang, pencahayaan, dan jenis lantai—agar lapangan benar-benar siap digunakan secara optimal.

Kebutuhan Teknis Tambahan Saat Membangun Lapangan Badminton

Setelah ukuran, konfigurasi permainan, serta garis dan area servis ditentukan dengan tepat, kualitas lapangan badminton sangat ditentukan oleh kebutuhan teknis pendukung. Aspek-aspek ini sering dianggap pelengkap, padahal justru berpengaruh besar terhadap keamanan pemain, kenyamanan bermain, dan umur pakai lapangan—terutama untuk lapangan yang digunakan secara rutin di sekolah, GOR, atau fasilitas komersial.

Area Aman di Sekeliling Lapangan

Lapangan badminton membutuhkan ruang bebas (clearance) di luar garis permainan agar pemain dapat bergerak dan melakukan recovery tanpa risiko benturan.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Area bebas di sisi dan belakang lapangan sebaiknya cukup untuk lompatan dan pergerakan cepat
  • Tidak ada dinding, tiang, atau perabot keras terlalu dekat dengan garis permainan
  • Semakin intens penggunaan lapangan, semakin penting area aman yang memadai

Area aman yang baik membantu mengurangi risiko cedera dan membuat permainan terasa lebih leluasa.

Tinggi Ruangan untuk Lapangan Indoor

Untuk lapangan badminton indoor, tinggi ruangan menjadi faktor krusial karena karakter permainan yang sering melibatkan pukulan tinggi.

Pertimbangan teknis:

  • Ruang harus cukup tinggi agar shuttlecock tidak mudah menyentuh plafon
  • Ketinggian yang memadai membuat rally panjang tetap nyaman dimainkan
  • Ruang terasa lebih lega, baik untuk pemain maupun penonton

Kesalahan dalam perhitungan tinggi ruangan sering berujung pada keterbatasan jenis permainan yang bisa dilakukan.

Sistem Pencahayaan yang Tepat

Pencahayaan memengaruhi visibilitas shuttlecock yang bergerak cepat dan arah pukulan pemain.

Beberapa prinsip penting:

  • Cahaya harus merata di seluruh area lapangan
  • Hindari bayangan tajam dan titik lampu yang menyilaukan pandangan
  • Warna cahaya sebaiknya mendukung kontras antara shuttlecock dan latar lapangan

Pencahayaan yang buruk bisa menurunkan performa pemain dan meningkatkan risiko cedera mata.

Jenis Lantai yang Sesuai untuk Badminton

Permukaan lantai menjadi elemen yang langsung bersentuhan dengan pemain. Lantai yang tepat harus mendukung pergerakan cepat sekaligus menjaga keselamatan.

Kriteria lantai badminton yang ideal:

  • Permukaan anti-slip untuk mencegah tergelincir
  • Memiliki daya serap benturan untuk melindungi lutut dan pergelangan kaki
  • Stabil dan tidak bergelombang agar marking tetap presisi

Pemilihan lantai yang sesuai akan sangat berpengaruh pada kenyamanan bermain dan biaya perawatan jangka panjang.

Dengan memperhatikan kebutuhan teknis tambahan ini sejak awal, lapangan badminton tidak hanya memenuhi ukuran standar, tetapi juga benar-benar siap digunakan secara optimal. Seluruh elemen—mulai dari dimensi, garis, hingga fasilitas pendukung—akan saling mendukung dan menghasilkan lapangan yang aman, nyaman, dan layak untuk berbagai kebutuhan penggunaan.

Ukuran lapangan badminton yang tepat menjadi fondasi utama dalam membangun lapangan yang nyaman dimainkan, aman untuk pergerakan cepat, dan siap digunakan dalam jangka panjang.

Mulai dari dimensi dasar, perbedaan konfigurasi tunggal dan ganda, ketepatan garis serta area servis, hingga kebutuhan teknis pendukung seperti area aman, tinggi ruangan, pencahayaan, dan jenis lantai—semuanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Perencanaan yang presisi sejak awal akan menghindarkan koreksi ulang di kemudian hari, sekaligus memastikan lapangan layak digunakan untuk latihan rutin, kegiatan sekolah, maupun operasional komersial.

Jika kamu sedang merencanakan pembangunan atau renovasi lapangan badminton, pastikan setiap detail teknis dikerjakan dengan standar yang benar. RagaSport Flooring siap membantu mulai dari konsultasi ukuran, perencanaan layout, pemilihan material lantai olahraga, hingga pemasangan dan marking lapangan yang presisi.
Hubungi tim RagaSport Flooring untuk diskusi kebutuhan proyek lapangan badminton kamu dan dapatkan solusi yang sesuai dengan standar serta tujuan penggunaan lapangan.

Siap Bangun

Lapangan Olahraga?
Marketing kami siap membantu anda untuk memberikan informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RagaSport adalah perusahaan yang berdiri sejak 2011, bergerak di bidang jasa spesialis flooring olahraga.
Our Contact
Perum Wisma Katang, Blk. B No.18, Katang, Sukorejo, Kec. Ngasem, Kediri, Jawa Timur
sales@ragasportflooring.co.id

 2024 PT Ragasport Gunawan Mandiri. All Right Reserved.